Selasa, 08 Juni 2010

Kasus Pelecehan di Busway trans jakarta

Berita hari ini, Kasus Pelecehan di Busway trans jakarta , penumpang busway trans jakarta. berita pelecehan di busway.

busway

Pelecehan Penumpang Busway Tampar Pemprov DKI

Aksi pelecehan yang dilakukan Anton salah stau penumpang busway terhadap Foni, penumpang lainnya di koridor I (Blok M-Kota) beberapa hari lalu, menampar wajah sistem transportasi massal ibukota.

Hal ini membuktikan upaya Pemprov DKI dalam menyediakan angkutan umum aman dan nyaman masih belum optimal. Tidak terkecuali busway.

Sehingga pembenahan harus segera dilakukan, untuk tetap memberikan kepercayaan warga terhadap angkutan. Hal tersebut diungkpakan Selamat Nurdin, Ketua Komisi B DPRD DKI, yang meminta pemprov tidak menyepelekan kasus ini.

“Dengan kejadian ini masyarakat yang semula mulai percaya menggunakan angkutan dapat beralih kembali ke kendaraan pribadi. Akibatnya solusi kemacetan lagi-lagi tidak berjalan,” ujar Selamat, Senin (7/6).

Secara terpisah, Gunardjo, Kepala Bidang Pengendalian Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini dengan memasang stiker pengumuman dan tips untuk menghindari tindakan kriminal dan pelecehan.

Selain itu, ditambahkan Gunardjo, pihaknya juga akan melakukan pembatasan jumalh penumpang secara ketat yakni maksimal sebanyak 85 penumpang dalam satu bus. Pengawasan petugas di dalam bus juga akan ditingkatkan untuk memantau gerak-gerik setiap penumpang,” tandas Gunardjo.

Sementara itu minimnya pelayanan yang diberikan terhadap penumpang busway, mendapat reaksi keras Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Husna Zahir. Ketua YLKI, meminta pengelola Bus Transjakarta untuk menyediakan bus khusus penumpang perempuan. Wacana ini sebenarnya sudah lama, sepertinya penyediaan gerbong kereta khusus perempuan.

Menurut Husna, potensi terjadinya pelecehan seksual bisa terjadi di angkutan publik manapun, termasuk di dalam bus Transjakarta. “Peluang untuk terjadinya pelecehan lebih besar apabila kapitas penumpangnya terlalu padat,” kata Husna.

Sedangkan Wagub DKI, Prijanto, mengaku akan mengistruksikan pengelola untuk mengintensifkan petugas di lapangan. Menurut Prijanto, pelecehan terhadap perempuan memang kerap kali terjadi, tidak hanya di angkutan bus Transjakarta tapi juga di angkutan umum.

Kendati demikian Prijanto berharap adanya peran serta masyarakat untuk tidak segan melapor jika menjadi korban hal tersebut. “Peristiwa pelecehan terjadi bukan semata-mata kelalaian petugas, tapi masyarakat harus bersama-sama membangun perilaku moral yang baik,” tuturnya.(guruh/dms/poskota)

Terimakasih Anda Telah Membaca Artikel Kasus Pelecehan di Busway trans jakarta , anda bisa membaca artikel-artikel terkait tentang Kasus Pelecehan di Busway trans jakarta di bawah berikut ini.

Buku Cara Cepat Hamil

1 komentar:

yudha mengatakan...

sebener nya kebijakan buat mengadakan bus khusus untuk perempuan itu bagus, tetapi harus juga ditinjau dengan matang rencana itu jangan sampai seperti kereta api yang menyediakan gerbong khusus perempuan tapi tidak maksimal penggunaannya,,

nice share :D